SUKA DUKA SRIKANDI GRABBIKE

Uncategorized

Blitar, MHI,- Dua sosok wanita tangguh dengan pakaian khas berwarna hijau yang terlihat lelah sedang duduk di warung pinggir jalan tepatnya di Jl. Wr. Supratman . Hal tersebut menumbuhkan niat kami selaku wartawan Praja Pos untuk mengetahui suka maupun duka menjadi seorang grabbike.

Dua wanita tersebut bernama Mediawati (48th) yang beralamat di Desa Kuningan Kecamatan Kanigoro dan Sri Utami (53th) yang beralamat di Desa Bendowulung Kecamatan Sanankulon. Dengan penuh semangat untuk menutupi kelelahan mereka, pengalaman selama menjadi grabbike diungkapkan kepada kami.

Mediawati menjelaskan jika masih satu tahun menekuni profesi tersebut.
Saya masih satu tahun menjadi grabbike, sebelumnya saya memiliki usaha catering tapi sejak pandemi penghasilan kami menurun drastis, sehingga saya memilih untuk menjadi grabbike“.

Suami saya kebetulan juga sebagai sopir, awalnya memang tidak diizinkan menggeluti profesi ini akan tetapi dengan berbagai upaya penjelasan suami bisa mengizinkan“, lanjutnya saat diwawancarai oleh wartawan Praja Pos di Warung Bu Siti didepan Bapenda Kabupaten Blitar di Jl. Wr. Supratman .

Sementara itu Sri Utami (53th) juga menceritakan suka dukanya selama menjadi grabbike.

Segala sesuatunya pasti ada suka maupun duka begitu juga dengan pekerjaan kami ini, sukanya kita bisa memiliki teman banyak dan kalau orderanya banyak, tapi untuk dukanya, orderan pas sepi bahkan pernah tidak dapat sama sekali”

Selain itu kami kan seorang wanita otomatis rawan dengan adanya pelecehan dan itupun pernah kami alami”, ujarnya.

Mediawati menambahkan jika belum lama ini mengalami pelecehan di sekitar Kanigoro tepatnya di Desa Gaprang, akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya menjadi grabbike.

Dengan kejadian tersebut kami jadikan pengalaman agar kami lebih berhati hati lagi dalam bekerja“, tambah Mediawati.

Dengan penuh semanMediawati dan Sriutami gat meneriakkan slogannya,
“Kami memang pejuang receh, tapi jangan anggap kami remeh, SEMONGKO Senangat Sampai Bongko”, slogan tersebut bertujuan untuk memotivasi semua orang khususnya sesama grabbike agar tetap semangat dalam menekuni profesi tersebut. (TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *