ALAT BERAT TETAP BEROPERASI, ADA APA DENGAN POLRES BLITAR KOTA?

Uncategorized

Blitar, MHI- Pekerjaan penambangan illegal di Dusun Tegalrejo Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar menimbulkan pertanyaan atas kinerja Polres Blitar Kota dalam menindak maraknya tambang illegal. Tim Monitor Hukum Indonesia mendapati aktivitas alat berat sedang mengeruk pasir berlangsung pada Rabu (01/12/21).

Maraknya penambangan pasir illegal ini padahal menimbulkan banyak kerusakan alam dan infastruktur. Dampak Pertambangan Tanpa Izin/Ilegal juga nyata merugikan masyarakat dan Negara. Penegakan Hukum di bidang ESDM, Dalam Undang Undang Nomer 3 Tahun 2020 Tentang Mineral dan Batubara. Berpedoman pada undang-undang , maka Penegakan Hukum Pertambangan Pasir Galian C harus memenuhi syarat Formil dan Materiil.

Dimaksud syarat Formil sebagaimana dimaksud dalam  Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang berbunyi, “Setiap orang yang melakukan Penambangan Tanpa Izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan Pidana Penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,00 (Seratus Miliar Rupiah)”.

Terkesan adanya pembiaran oleh Aparat Penegak Hukum setempat yang terbukti adanya alat berat yang sedang beroprasi untuk menggali pasir di Desa Karangbendo. Aktivitas tambang pasir yang diduga illegal ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh Polres Blitar Kota sehingga tidak menimbulkan berbagai kerusakan . (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *