Terbentuknya TP2ID, Wakil Bupati Blitar Tanggapi Penilaian BICI

Uncategorized

Blitar, MHI- BLITAR I Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso menilai wajar penilaian Blitar Information Centre Institute (BICI) terkait siapa-siapa saja orang yang di dalam Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) Kabupaten Blitar, yang mengklaim mampu membantu realiasi visi misi pemerintahan Bupati Rini dan Wabup Rahmat di Kabupaten Blitar masa jabatan tahun 2021-2024.

Wabup Rahmat juga ikut mengomentari penilaian BICI terkait rekam jejak orang-orang yang sekarang ini di dalam TP2ID Kabupaten Blitar.

Ya wajar saja. Menurut saya ada pro dan kontra dalam setiap pengangkatan jabatan. Itu tergantung dari mana dia (BICI) menilai. Kalau apa yang sudah diputuskan bupati (TP2ID) itu sudah tepat menurut saya. Karena kita mengamati selama ini yang mampu bukan hanya rekam jejak yang dipermasalahkan juga, itu tidak terlalu penting. Yang penting itu networking bagaimana bisa memajukan Kabupaten Blitar dengan cepat,” ungkap Wabup Rahmat, Jumat (12/11/2021).

Rahmat menandaskan, saat ini Kabupaten Blitar tengah mengalami defisit anggaran apalagi juga masih tergempur dampak negatif dari pandemi Covid-19. Ia mengamati dari kejadian itu apa yang harus dilakukan, termasuk salah satunya mengeluarkan keputusan berkaitan unsur-unsur yang ada di TP2ID yang akan membantu percepatan pembangunan.

Masyarakat juga tahu apa yang sudah kami lakukan. Kita juga masih berapa bulan menjabat, belum setahun kan, jangan dinilai dulu. Tetapi lihatlah berapa kabupaten kota yang sudah bekerjasama dengan kita. Harga telur sekarang berapa sudah 21 ribu kan. Kalau ujuk-ujuk sempurna kan sulapan,” tukasnya.

Wabup Rahmat meminta semua elemen masyarakat memberikan kesempatan dulu kepada TP2ID Kabupaten Blitar saat ini untuk melakukan sesuatu untuk ikut andil membantu mewujudkan apa yang dicita-citakan pemerintahan Kabupaten Blitar sekarang.

Kalau cuma dilihat cuma rekam jejak terus harus mendekati masyarakat, wah itu berpuluh-puluh tahun. Capaian kami sekarang kan sudah tahu, dengan DKI bagaimana, dengan Kota Surabaya, hasil bumi dan peternakan, kan yang bisa merasakan masyarakat dan bukan ahli yang pandai bicara saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Blitar Information Centre Institute (BICI) ragu dengan keberadaan Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) Kabupaten Blitar bisa membantu mewujudkan visi misi Bupati Rini dan Wakil Bupati (Wabup) Rahmat untuk masa pemerintahan tahun 2021-2024.

BICI yang dipimpin Mujianto menilai pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) belum mencerminkan kesinambungan dan keseriusan dalam respon cepat keberadaan kondisi di lapangan.

Menurut pandangan kami, anggota dalam struktur TP2ID sebagian besar harusnya diisi oleh para pelaku pemerhati sosial ataupun para pelaku kebijakan publik yang relevan dan kompeten. Apalagi mereka tidak ada dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Blitar,” ucap Mujianto.

Mujianto berpandangan yang dibutuhkan dalam Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) itu bukan hanyalah sebuah labelitas, tetapi yang dibutuhkan kapasitas seseorang yang benar benar memahami mekanisme sistem pemerintahan dan kultur kehidupan masyarakat Kabupaten Blitar.

Untuk itu kami pesimis dengan keberadaan TP2ID ini, bisa mewujudkan harapan masyarakat Kabupaten Blitar apalagi bisa mewujudkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Blitar yang notabene sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Blitar tahun 2020,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *