Jual BBM eceran 2 SPBU di Mranggen terancam Pidana UU Migas

Uncategorized

Demak, MHI-Dugaan beberapa SPBU di Wilayah Kabupaten Demak menjual Pentalite mengunakan jirigen,Larangan masyarakat tidak boleh membeli BBM jenis apapun untuk dijual kembali ke konsumen sudah diatur di Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.


Siapapun yang memperjualbelikan kembali BBM ke konsumen bakal dikenai hukuman maksimum tiga tahun penjara dan denda paling banyak Rp30 miliar. Hal itu tertulis dengan jelas di Undang-undang yang sama pasal 53.

Operator SPBU Kembangarum melayani penjualan Pentalite mengunakan Jirigen,pelanggan mengisi sendiri jirigen bensin tanpa di halangi petugas

Termasuk kios-kios juga dilarang menjual BBM berbagai jenis tersebut, apalagi di tengah kota, karena selain melanggar UU Migas, juga sangat berbahaya. Baik bagi keselamatan penjual BBM itu ataupun terhadap orang lain, jika banyak masyarakat yang membeli bensin di SPBU untuk dijual kembali secara eceran, maka konsumen yang sungguh-sungguh ingin mengisi BBM di SPBU, pasti bakal kesulitan. Sebab, bisa jadi stoknya habis.

SPBU Ngemplak Mranggen


Dua lokasi SPBU di Gemplak dan Kembangarum Lepas dari perhatian Pertamina,temuan tim Investigasi MHI Jateng di Mranggen,kedua SPBU terus meresahkan warga,disaat warga antre di SPBU untuk mengisi Pentalite,operator SPBU mengutamakan pelanggan yang membawa jirigen bensin kapasitas 35-40liter,bahkan ada yang mengisi penthalite lebih dari 7 jirigen atau sekitar 400liter.

Litbang/Divisi Hukum Media Monitor Hukum Wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY akan melayangkan surat resmi kepada Pertamina untuk menindak tegas kepada SPBU yang melayani pebelian Penthalite dengan jirigen,dengan temuan yang ada kami akan limpahkan berkas yang yang ada ke APH,kita mau usut tindak pidana Operator Pombemsin dan menghentikan pengiriman Penthalite selama 6 bulan,itu surat yang kita ajukan untuk APH ( Alat Penegak Hukum) dan Pertamina.,biar menjadi efek jera bagi SPBU di Jawa Tengah khususnya.(Litbang/DivHum MHI Jateng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *