GONJANG GANJING PTSL DI DESA PASIRAMAN

Uncategorized

Blitar, MHI,- Adanya edaran dari Pemerintah Desa Pasiraman Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar terkait syarat kepengurusan mutasi/suwalik tanah dan pengajuan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) menimbulkan kegonjang-ganjingan di dalam masyarakat.

Pasalnya menyalahi aturan yang ditetapkan melalui Intruksi Presiden No. 2 Tahun 2018. Dalam Inpres tersebut dinyatakan bahwa biaya setiap pemohon tidak lebih dari Rp. 150.000,- yang diperuntukan untuk pengadaan 3 patok, 1 materai dan biaya operasional (pengadaan angkutan, pemasangan patok dan trandportasi) dan apabila dirasakan kekurangan patok dikarenakan luas tanah yang memerlukan patok lebih dari 3, maka penambahan patok dipenuhi oleh pengusul berupa patok bukan uang.

Di dalam edaran yang disebarkan oleh Pemerintah Desa Pasiraman menyatakan bahwa biaya PTSL Rp. 150.000,- ditambah dengan materai 2 lembar ( 10 ribuan) dan menyediakan patok sendiri.

Selain hal tersebut di dalam edaran juga menyatakan jika biaya mutasi/suwalik sebesar Rp. 500.000,- yang digunakan untuk biaya pengukuran, saksi, RT, RW, Kamituwo dan perangkat desa serta biaya pendaftaran online ke BAPENDA, yang seharusnya gratis.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut Sujud Hariyanto selaku Kepala Desa Pasiraman menyatakan jika edaran tersebut belum jalan.
Memang benar edaran tersebut, tapi biaya mutasi/suwalik tidak ada atau gratis karena menyalahi aturan dan belum jalan”.

Jadi 150.000,- itu untuk PTSL, mutasi/suwalik, dan merupakan kesepakatan antara panitia dan calon pendaftar dan ada berita acaranya“, lanjutnya.

Sujud menambahkan jika kesepakatan tersebut tidak dilakukan oleh seluruh masyarakat yang mengajukan akan tetapi hanya perwakilan. (TEAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *