Kepala Desa Rowosari Angkat Bicara masalah PAMSIMAS

Uncategorized

Kab.Semarang , MHI- Menindak lanjuti aduan dua dusun yaitu dusun Rejosari Lor dan Kidul,Kepala Desa Rowosari Zuliyanto memberikan klarifikasi kepada awak media di Kantor Desa yang di dampingi Perangkat Desa, Kepala Desa Rowosari menjelaskan atas kontribusi warga senilai 550.000 memang benar adanya yang diminta oleh panitia Pamsimas.

Klarifikasi Litbang/Divisi Hukum Provinsi Jawa Tengah,Media Monitor Hukum Indonesia ( Edwin DEi SE.MH) Di kantor desa Rowosari,Kecamatan Tuntang,Kabupaten Semarang

semua kita laksanakan sesuai Hasil Musyawarah Desa ( Musdes ) yang di sepakati warga dengan pihak desa,anggaran PAMSIMAS sendiri senilai 245jt cukup untuk membangun bak tandon,pemasangan Pralon dan pembelian mesin,adapun kekurangannya kita kontribusi ke masyarakat lagi,semua ada LPJnya ,warga yang menolak sudah kita klarifikasi ke Bendahara desa ,bahwa sebagian warga yang menolak keberatan dengan pungutan biaya meteran” Papar Kades Zuliyanto

Kades Rowosari Zuliyanto menunjukkan surat kesepakatan warga hasil Musdes tentang PAMSIMAS

Kepala Desa menjelaskan kalau memang mereka tidak bisa pasang meteran atau kurang mampu silahkan ke Kantor Desa semua kita bicarakan dengan Panitia dan Perangkat juga.

“saya pribadi merelakan gaji saya untuk Masyarakat bila mereka tidak bisa membeli meteran air ,desa membuka semua keluh kesah warga,sambil menunjukkan hasil sosialisasi hasil Musdes ke awak media,desa membuka pintu buat masyarakat” ujar Kades Zuliyanto.

Penolakan Warga atas pemotongan Pralon air lama oleh panitia,sudah memalui kajian kepala desa dan panitia Pamsimas.

Kades Rowosari Zuliyanto Kec Tuntang,Kab Semarang bersama ketua Pamsimas,Perangkat dan Bendahara

Kepala Desa Gedangan Daroji juga menjelaskan bahwa desa Rowosari sendiri sudah melakukan program air bersih untuk Masyarakat sejak tahun 2005 desa mencoba ngebor sumur tapi kurang baik airnya. Tahap kedua juga begitu ,waktu kepala desa lama Subroto mengadakan program air bersih akhirnya menyambung mata air dari desa Gedangan,hingga tahap ketiga di laksanakan pihak desa akhirnya membuat bak tandon dari anggaran Pamsimas,

Fungsi dan tujuanya sebetulnya sama untuk dan bagi masyarakat jika ada yang menolak atas pemasangan meteran semua bisa di rembuk di kantor desa. Desa Rowosari menjalankan program sesuai dengan sosialisasi dengan warganya jika ada kebijakan yang diambil perangkat tanpa sepengetahuan Kepala Desa setempat tanpa sepengetahuan Kades ya itu salah kaprah “,ujar Daroji di sela sela mendampigi vaksin di kantor desa Gedangan.( LITBANG/DivHum MHI Provinsi Jawa Tengah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *