Kadus Jetak,Duren Bandungan,Memberikan Klarifikasi Penolakan PTSL warganya

Uncategorized

Kab.Semarang , MHI- Ramenya kabar penolakan Program PTSL di wilayah Kecamatan Bandungan mendapat sanggahan dari Kadus Jetak,Desa Duren ,Bandungan (Bp.Trimo),dibeberapa media online Pemdes Duren menolak untuk pengajuan sertifikasi an.Asiah( 78th) pemohon adalah anak angkatnya yang ajukan sertifikat massal hal itu di bantah keras oleh Kadus Jetak,,kronologis penolakan bahwa anaknya Asiah yang telah Alm.telah menjual obyek tanah tersebut sebesar 40jt tanpa sepengetahuan ibunya (Asiah),pembeli melalui kuasa hukumnya mendatangi kantor desa duren untuk pengajuan sertifikat secara sistematis atau PTSL,dari pihak desa akhirnya menolak kedua pemohon baik dari pembeli maupun pemilik tanah.

Kadus Jetak,Desa Duren ,Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang saat menjelaskan kronologis PTSL warganya

Kepala Dusun Jetak ,Trimo menjelaskan kepada Investigasi media Monitor Hukum dan Global News bahwa pengajuan dokumen letter c and.ibu Asiah kami tolak karena terjadi sengketa tanah antara pembeli yang datang di kantor kelurahan untuk balik nama ,saya sebagai kepala dusun tidak berani proses itu berlanjut karena baik dari keluarga sama pihak pembeli terjadi debat,jadi saya anggap tanah tersebut bermasalah administratif,sedangkan anak ibu Asiah yang menjual tanah tersebut sudah meninggal dunia,biar persoalan dibawah selesai dulu kalau pihak pemilik tanah ada surat peryataan penyelesaian baik baik kita akan bantu proses suratnya melalui program PTSL ” ujar Trimo.

Kepala Desa Duren,membenarkan apa yang telah disampikan oleh Kadus Jetak tersebut,kami siap kapanpun memproses pengajuan sertifikat Bu Asiah asal tidak ada masalah dibawahnya,dari PTSL sendiri kita di bantu dari BPN dan harus sesuai administratif,kami persilahkan pihak pembeli dan kuasa hukumnya bisa langsung menyelesaikan dulu dengan pemilik tanahnya,tutup Trismiwati.SE.(MHI Jateng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *