Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Petahunan “Mangkrak” , Timlak Dan Sekdes Saling Tuding

Uncategorized

Lumajang, MHI – Gedung Serba Guna yang berada di Dusun Krajan RT 01/ RW 01 Desa Petahunan Kec. Sumbersuko Kab. Lumajang berhenti alias “Mangkrak”, pendanaan proyek gedung serba guna tersebut bersumber dari Dana Desa melalui banyak tahap.

Tahap pertama pembangunan Gedung Serba Guna dilakukan pada tahun 2019 dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 100jt lebih untuk membuat pondasi dan slup menurut Sekdes Petahunan. Dana yang dialokasikan untuk pembanguna Gedung tersebut bertahap atau dicicil, disinggung tentang bagaimama site plan Gedung Serba Guna tersebut sekdes menjelaskan tidak ada site plan karena pembangunannya itu bertahap.

Tidak ada site plan mas karena gedung ini pembangunannya dicicil jadi kita tidak bisa menentukan site plannya, mohon maaf mas jenengan tanya begini dengan tujuan apa? Karena kita tidak bisa membuka data kalau tidak tahu alasan dari jenengan”, ujar Sekdes saat dikonfirmasi di Balai Desa Petahunan Kamis, 23/09/21.

Sekdes adalah jabatan yang sangat penting di Balai Desa antara lain sebagai koordinator Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa (PPKD) dan juga bertanggung jawab pelaksanaan APBDes, Sekdes Petahunan memberikan pertanyaan kepada kita sebagai awak media tentang Mangkraknya Pembangunan Gedung Serba Guna tersebut karena Sekdes enggan menjawab dengan gamblang seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Sekdes Petahunan yaitu Khoirul Anam lupa atau mungkin tidak tahu dengan adanya undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Sekdes memberikan arahan kepada kami media Monitorhukumindonesia.com untuk menanyakan kepada Timlak yaitu Mukhdor yang bertanggung jawab tentang Pembangunan Gedung Serba Guna yang ada di Desa Petahunan.

Dari arahan Sekdes, Mukhdor selaku timlak saat dikonfirmasi melalui via seluler menjelaskan bahwa semua tentang pembangunan tersebut atas arahan Sekdes dan Kepala Desa Petahunan yaitu Sanan.

Kemarin masalah covid dipotong pak yang paham pak carik semua saya cuma disuruh beli ini itu aja cuma mengorangi saja pak untuk dananya total saya tidak tahu pak, kemarin juga sudah diperiksa Inspektorat juga selesai pak coba tanyakan langsung ke pak carik dan pak inggi langsung pak“, tutur Mukhdor.

Timlak yang tidak tahu tentang proses pembangunan dan besaran dana serta sumber dana dari mana terkesan janggal, Sekdes dan Timlak saling tuding tentang Pembangunan Gedung Serba Guna tersebut. Semoga tidak ada kesepakatan jahat yang dibentuk dengan drama saling lempar untuk menutupi kebobrokan sesaat dan indikasi dugaan pelanggaran hukum yang telah dilakukan. (Azis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *