WARGA BERONTAK JALAN AKSES WARGA DITAMBANG PENAMBANG ILEGAL

Uncategorized

Blitar, MHI- Kegiatan penambangan pasir ilegal di Desa Kedawung Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar  mulai dirasakan dampak negatifnya oleh warga di sekitar lokasi pertambangan. Pihak penambang diduga tak bertanggung atas terjadinya kerusakan jalan yang dijadikan kegiatan oleh warga.

Salah satu tokoh masyarakat bernama Endang menjelaskan bahwa pihak Pemdes Kedawung telah memfasilitasi pertemuan masyarakat sekitar pertambangan khususnya di RT 05 RW 08 dengan pihak pertambangan terkait terjadinya  kejadian penambang menggali akses jalan umum masyarakat yang setiap harinya digunakan  untuk berkebun , mengambil hasil panen, mengirim pupuk  dan merumput dengan terjadinya kejadian ini warga merasa dirugikan .

Endang juga menyampaikan kepada Tim Monitor Hukum Indonesia bahwa masyarakat tidak pernah melarang para pengusaha penambang untuk melakukan aktivitas tambang tetapi akses jalan yang sudah ada sejak dahulu kala jangan dirusak. Masyarakat meminta  agar pihak penambang memberi batasan jalan 3-4 meter dari lokasi penambangan menuju pemukiman warga. Namun pada kenyataanya yang terjadi dilokasi jalan dirusak dan diberikan jalan baru oleh pihak penambang namun masyarakat menolak.

Permintaan masyarakat desa Kedawung ketika pertemuan di Balai Desa tanggal tepatnya  Kamis (26/08/21) yaitu adanya tanggung jawab dari pihak penambang. Kesepakatan pihak penambang kepada warga untuk memperbaiki jalan sudah membuat warga merasa lega dan sebelum jalan itu bisa dilalui lagi masyarakat meminta kegiatan pertambangan dihentikan sementara. 

Kemarin saya melihat belum ada perbaikan padahal ini sudah seminggu setalah pertemuan tersebut dan belum ada pihak dari penambang yang melakukan konfirmasi kepada masyarakat terkait kelanjutan perbaikan jalan tersebut.” Ungkap Endang

Masyarakat meminta bantuan kepada pihak terkait untuk membantu solusi agar jalan tersebut bisa segera diperbaiki terkecuali pihak penambang tidak mau melakukan kegiatan pertambangan lagi namun jalan harus tetap di kembalikan seperti semula” Jelas Endang

Beberapa jajaran yang hadir dalam pertemuan permasalahan tambang di desa kedawung ini yaitu Kapolsek Nglegok , Babinsa , Kepala Desa Kedawung dan warga sekitar 20 orang.

 Warga menegaskan jika tidak ada itikat baik pihak penambang untuk menyelesaikan permasalahan jalan tersebut selama waktu yang telah ditentukan maka warga mendesak untuk melakukan penutupan terhadap pertambangan pasir ilegal tersebut. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *