Proyek Irigasi Senilai 1,6 M Tanpa Papan Nama Proyek Diduga Langgar Perpres No 54 Tahun 2010 dan No 70 Tahun 2012

Uncategorized

Blitar, MHI– Pelaksanaan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya tak diindahkan alias diabaikan.

Salah satunya proyek pengerjakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kedung Cabak di Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar . Hingga kini, tidak ada papan nama proyek fisik itu.


Selain tidak memasang papan nama proyek dalam pelaksanaannya menggunakan semen cap Tiga Roda tidak sesuai dengan specifikasi. Hal ini diungkapkan Eko Budi Winarto selaku Ketua Ormas Laskar Merah Putih Macab Kabupaten Blitar saat meninjau dilokasi proyek atas dasar laporan warga,Kamis (12/8/21).


Pelaksanaan kurang transparan, satu tidak ada papan nama, terkait anggaran juga tidak ada yang kedua ada saya temukan di tkp itu pakai semen tiga roda tidak sesuai dengan spec,yang ketiga itu material diambil dari sungai itu padahal itu menyalahi aturan kalau tidak salah dan itu ada komplain dari warga, makanya saya sebagai ormas turun karena ada aduan dari warga Kedung Cabak itu.”Papar Eko.


Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kedung Cabak menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 senilai 1,64 Milyar.

Panoto ketua komisi III angkat bicara saat dikonfirmasi soal penyimpangan pelaksanaan proyek yang dibiayai negara. ” Kami sudah pernah mengingaatkan terkait papan nama proyek yang tidak di pasang tapi nyatanya sampai saat ini tidak juga dipasang, sebagaimana proyek yang dibiayai negara itu harus dipasang papan informasi agar masyarakat tahu kegiatan apa yang sedang dilaksanakan,berapa biaya yang dikeluarkan serta sumber dananya dari mana.Terkait material pasir yang menggunakan pasir dari sekitar lokasi itu seharusnya ada penghitungan kembali karena adanya pengurangan biaya yang digunakan,Juga penggunaan semen dengan menggunakan merek lain seperti semen tiga roda ini tidak sesuai dengan apa yang tertuang dalam RAB tentunya ini merupakan penyimpangan.” Jelas Panoto.


Saat ditanya apakah Komisi III akan turun melakukan sidak terkait adanya penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut, Panoto akan membicarakan di komisinya nanti, sebagai wakil rakyat akan me nindak lanjuti temuan ormas LMP dengan mengagendakan sidak nantinya.


Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kedung Cabak ini dikerjakan oleh CV Sarana Pembangunan dengan masa kontrak enam bulan dimulai bulan Mei 2021.

Heri Santoso,ST selaku PPTK yang baru menjabat sebagai Kabid Sumber Daya Air di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar saat ditemui di kantornya menyampaikan papan nama proyek sudah ada tapi belum terpasang dan pemakaian semen merk Tiga Roda sudah sesuai RAB karena disebutkan semen ber SNI sedangkan pasir yang diambil dari badan sungai di lokasi karena memang sedang ada program normalisasi.

Ada normalisasi itu memang materialnya justru dimanfaatkan kemudian karena saluran nya jebol sehingga tanah yang ada disebelah kirinya tergerus,warga menghendaki material tidak didatangkan dari luar berdasarkan kesepakatan , pemborong kita kasih tahu dulu ini gak ada pekerjaan material yang dari luar, ini mengambil dari bendung dibawa kesana. jadi hanya untuk ongkos angkut.” Jelas Heri.

Ditambahkan Heri ” Hingga saat ini pekerjaan proyek sedang berlangsung hingga selesai sesuai kontrak enam bulan sejak di kerjakan mulai bulan Mei 2021.(Tim /VDZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *