Pembangunan Pemeliharaan Irigasi Yang Meremekan Aturan

Uncategorized


Malang, MHI- Tentunya sebelum kita melaksanakan suatu pembangunan pemeliharaan di suatu lokasi apapun khususnya saluran irigasi maka harus menggunakan aturan. Saluran irigasi wilayah area provinsi atau daerah dan kalau sudah tahu itu areal wilayahnya ,maka kita gunakan aturan perencanaan dalam perencanaan ada konsultan,pengawas juga pihak pelaksana.

Walaupun itu tidak peduli anggaran kecil maupun besar apabila menggunakan anggaran Negara APBN atau APBD daerah karena sumbernya dari uang Rakyat.Dengan aturan itu maka kita tidak sembarangan maka nantinya bangunan sesuai dengan aspek hasilnya bagus,kuat,tahan lama,dan tidak asal asalan untuk mencari untung yang besar.

Aturan diabaikan dampaknya melanggar hukum yang berlaku.Salah satunya berdasarkan hasil investigasi dari media ini, di tahun 2021 pada bulan Juli di wilayah Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang yang letaknya tidak jauh jalan raya ,media ini melihat ditepi jalan raya ada tumpukan pasir. Kalau dilihat berdasarkan pengamatan media ini itu pasir Uruk (sirtu), ternyata ada pembangunan pemeliharaan saluran irigasi dalam pengamatan media ini itu saluran irigasi milik PU SDA Kabupaten Malang.

Saluran irigasi itu sudah lama berdiri disekitar terdapat pintu pembagian air,tapi kondisinya memprihatinkan.Akhirnya media ini bersama tim turun dan mengamati pembangunan pemeliharaan saluran irigasi tersebut hingga sampai tuntas karena tidak layak. Akhirnya media ini bersama tim memutuskan untuk klasifikasi konfermasi ke kantor dinas PU SDA Kabupaten Malang yang ada di Ibu kota Kepanjen,pada tanggal,(26/7/21) sore pukul ,13.30 wib. Dan ketemu penjaga kantor yang didepan bahwa media ini menanyakan saudara Habbiba Ama kepala Dinas ,penjaga bilang tidak ada semua, akhirnya media ini mencoba untuk menghubungi sekertaris dinas beliau baru menjabat sebagai sekdin pada bulan Juli 2021 dan media ini bersama tim sempat titip pesan untuk di sampaikan ke saudara Habbiba besok pagi bisa menghadap,karena pada saat itu saudara Habbiba menjabat kepala bidang pemeliharaan.

PU SDA dan sekarang mutasi ke bidang pembangunan PU SDA ,akan tetapi besok paginya kira kira pukul 10,pagi media ini kekantor ,kata penjaga saudara Habbiba keluar,kadis juga tidak ada, padahal sama sekertaris dinas sudah di sampaikan ke saudara Habbiba tapi tidak menghiraukan. Lalu tim media ini memutuskan untuk pemuatan pemberitaan Monitor Hukum Indonesia . Media ini mencoba untuk komunikasi melulai seluler wa (whatsApp) kepada Kepala Bidang Pemeliharaan PU SDA yang baru mutasi pada bulan Juli 2021 dan beliau mengatakan bahwa kami bersama kadis sudah survey lokasi itu merupakan bangunan desa ,jadi saluran irigasi tersebut yang bangun desa bukan PU SDA memang itu daerah irigasi (DI)PU SDA tapi tidak menyebutkan desa yang melakukan pembangunan.Kami terus menginfestigasi kebenaranya dan siapa yang bertanggung jawab .(team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *