Anggaran Aset Dinas Bercampur Swadaya

Uncategorized

Malang .MHI– Terkait dengan adanya sebuah bangunan yang berdiri diatas bangunan Dinas PUSDA Kabupaten Malang dan terlihat tidak terencana dengan baik. Sedangkan dari penelusuran awak media beberapa lokasi pekerjaan bangunan tahun sebelumnya Dinas PUSDA wilayah Kecamatan Kromengan, dapati fakta yang mengejutkan, terlihat banyak saluran irigasi yang bocor sampai jebol akibat tergerus oleh air.


Lebih jauh, banyak fakta bangunan irigasi yang sudah berusia puluhan tahun juga tidak dilakukan perbaikan atau pemeliharaan rutin terkait Aset pemerintah sampai-sampai banyak saluran irigasi yang tidak tersentuh.


Dari sumber bagian perencanaan (Win) dan Kades Jabuwer (Tuwuhadi) saat dikonfirmasi awak media (31/7/2021) menjelaskan ” bangunan dalam pemberitaan tersebut memang kami yang bangun, karena setelah adanya banjir saluran itu rusak berat”.

Melihat hal itu, kami sudah mengajukan laporan ke Dinas PUSDA Kabupaten Malang atas adanya kerusakan saluran air akibat banjir dan tentunya tidak langsung di tanggapi, mungkin saat ini masih proses. kalau menunggu dana dari dinas terlalu lama dan melihat saking urgent nya saluran irigasi bagi petani.


Maka saya kirimi pasir dan batu saat itu, baru warga ada yang kasih material lain serta pengerjaan bangunan tersebut dengan gotong royong”.


Masih menurut Tuwuhadi kepala desa Jambuwer “selama ini, jika ada bangunan seperti saluran irigasi dan lain-lain yang rusak serta menunggu dinas terlalu lama, ya kami kerjakan dengan swadaya warga masyarakat, Saya secara pribadi kurang setuju dengan teknik pembangunan Dinas PUSDA kabupaten Malang pakai pasangan batu di area saluran irigasi, karena pasti tidak akan bertahan lama dan saya lebih yakin kalau seluruh bangunan saluran irigasi Dinas PU SDA pakai teknik cor pasti akan bertahan lama, paling tidak 15 tahun akan datang masih berdiri kokoh  bangunan tersebut”.


Tidak seperti kuwalitas bangunan Dinas PUSDA saat ini, umur belum sampai puluhan tahun sudah banyak yang rusak mulai retak, bocor, jebol hingga roboh tergerus air”. Pungkasnya


” Untuk saat ini, ada sekitar 1,5 km saluran irigasi jarak dari mata air ke area pertanian tepatnya (rt 04 – rt 10) banyak bangunan Dinas PUSDA yang keropos bawah saluran, mungkin karena kuwalitas nya berkurang hingga terjadi keropos dan ahirnya air tidak sampai
ke area pertanian sudah berkurang dan bahkan habis “.
Ujar Win perencanaan desa Jambuwer. (SH/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *