Oknum YS Ketua DPD Aliansi Indonesia Jateng Diduga Bermain BANSOS di Kabupaten Demak

Uncategorized

Jateng, MHI- Terkait dengan adanya berbagai pemberitaan yang sangat santer baik pada sosial media maupun sejumlah media online yang tersebar di seluruh Indonesia maka YS yang notabene sebagai Ketua DPD Lembaga Aliansi Indonesia Jawa Tengah mengundang beberapa media pers untuk mengadakan jumpa pers di kediamannya yaitu di Desa Kedunguter Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak. Rabu (14/07/21).

Dalam kesempatan tersebut YS mengatakan bahwa pemberitaan yang telah disampaikan seolah menyudutkan atas dirinya dan berita sudah menyebar luas di seluruh penjuru nusantara, akan tetapi dalam hal ini beberapa media telah mengantongi sejumlah alat bukti dan kesaksian dari para korban-korbannya yang telah diperas, ditipu, diancam dan dikriminalisasi oleh YS.

Sejumlah narasumber saat ditemui beberapa rekan awak media dan lembaga LSM lainnya telah menyatakan secara jelas dan mutlak bahwa kasus yang telah berkembang yang diduga dilakukan oleh YS antara lain kasus penipuan, penggelapan, ancaman dan intervensi sampai dengan kasus permainan di dalam birokrasi seperti Bansos BPNT yang ada di Kabupaten Demak lewat instansi terkait yaitu Dinas Sosial Kabupaten Demak.

Kami juga sudah mengetahui dan mengantongi sejumlah alat bukti tersebut dan juga keterkaitan YS yang bermain dalam BPNT sudah jelas semuanya jadi tinggal kita buat acuan untuk laporan karena terkait kasus tipikor murni”, jelas AB dari Lidik Krimsus RI saat bertemu bersama lembaga dan media pers di Cafe Polaris Botorejo Demak, Selasa (13/07/21).

“Ini juga memang sangat disayangkan dan dalam hal ini sudah jelas semuanya karena alat bukti berupa data dan bukti transfer jelas ada untuk YS ke rekening pribadi YS terkait minta uang, padahal dalam hal ini dia tidak mempunyai CV atau perusahan rekanan untuk pengadaan bansos tersebut dan menjalankan sejumlah uang dari pegawai instansi terkait dengan inisial GN,” kata SN yang juga merupakan nara sumber dan terkait hubungan kerjasama dengan YS.

Sejumlah alat bukti adanya dugaan keterlibatan YS dalam pengadaan Bantuan Sosial BPNT di Dinas Sosial Kabupaten Demak jelas sudah bahwa dalam hal ini sebuah lembaga LSM dengan jelas melakukan langkah terkait pengadaan bansos dan tidak ada tindaklanjutnya sehingga merugikan pihak Dinsos dan GN sehingga dalam hal ini harus diusut tuntas karena Pemerintah secara tegas melarang ada indikasi dan korupsi terkait Bantuan Sosial dari Pemerintah untuk rakyat.(Litbang/Divhum MHI Jateng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *