Isu Strategis Terkait Perkembangan Penangan Kebakaran Kilang Minyak Di Balongan

Uncategorized

Indramayu, MHI Рinvestigasibhayangkara.com Rapat Koordinasi oleh Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan membahas Isu Strategis, dengan tema, “Perkembangan Penanganan Kebakaran Kilang Minyak di PT. Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan Guna Terjaganya Stabilitas Politik, Hukum, dan Keamanan di Kantor PT. Pertamina Refinery Unit VI Balongan Kamis, 27/5/2021.

Acara dihadiri oleh Bupati Indramayu
Kapolres Indramayu Dandim 0616, Para Kepala SKPD, Perwakilan PT. Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan.

Dalam sambutannya dengan para pemangku kebijakan di Kab. Indramayu mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.

Selanjutnya Staf Ahli MenkoPolhukam menghimbau kepada peserta rapat Staf Ahli berpesan kepada peserta rapat untuk senantiasa melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan covid-19.

Pertamina RU VI Balongan memiliki nilai cukup strategis dan merupakan salah satu kilang minyak terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas pengolahan sebesar 125.000 barel per hari atau setara dengan 12% dari total kapasitas produksi nasional” demikian sambutan Staf Ahli.

Selain itu kilang minyak tersebut merupakan pemasok utama BBM ke wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Dengan posisi yang cukup strategis, situasi dan kondisi yang ada di sekitar kilang tersebut perlu menjadi perhatian bersama demi kepentingan nasional.

Dalam visinya Pertamina RU VI berkomitmen untuk menjadi kilang terkemuka di tahun 2025 dengan misi mengoperasikan kilang yang berteknologi maju dan terpadu secara aman, handal, efisien, dan berwawasan lingkungan, serta mengelola aset Refinery Unit VI secara profesional yang didukung oleh sistem manajemen yang tangguh berdasarkan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan prinsip saling menguntungkan.

Visi dan misi tersebut tentunya perlu menjadi perhatian bersama seluruh pihak termasuk para pemangku kepentingan di Kab. Indramayu.

Dengan melihat kondisi yang ada seluruh pihak harus bertanggung jawab untuk mengamankan kilang minyak tersebut untuk kepentingan nasional, dan apabila terdapat oknum yang dengan sengaja mengganggu situasi dan kondisi di area kilang minyak Balongan maka harus segera diatasi” papar Irjend Agung Makbul Staf Ahli.

Berdasarkan hasil investigasi Ombudsman kilang minyak Pertamina RU VI Balongan sudah terbakar sebanyak 3 kali yaitu kebakaran pertama terjadi pada Oktober 2007, kebakaran kedua terjadi pada tanggal 4 Januari 2019, dan insiden terakhir terjadi pada tanggal 29 Maret 2021 dimana terjadi kebakaran di tangki T301G.
Kebakaran kilang minyak yang terjadi pada tanggal 29 Maret 2021 cukup menyita perhatian publik dan menimbulkan kerugian baik materiil maupun non materiil.

Tragedi kebakaran kilang minyak tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait penyebab terjadinya kebakaran sehingga memunculkan berbagai spekulasi yang sampai dengan saat ini masih dalam tahapan penyelidikan.

Melihat dari sejarah yang ada insiden kebakaran tersebut bukan yang pertama sehingga perlu adanya penyelidikan dan pemantauan lebih dalam agar tidak terulang kembali. Selain itu perlu diketahui bersama bahwa saat ini Kepolisian masih terus menyelidiki kejadian tersebut dan berdasarkan data yang dihimpun diketahui bahwa dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangka atas insiden kebakaran kilang minyak Pertamina RU VI Balongan.

“Tragedi kebakaran tersebut perlu dievaluasi dan menjadi pelajaran bersama karena Pertamina Balongan memiliki visi menjadi kilang terkemuka di tahun 2025 sehingga berbagai macam aspek perlu dipersiapkan dengan matang dan manajemen resiko perlu dikelola dengan baik dan benar.
Pemulihan kondisi sosial dan masyarakat pasca kebakaran sangat penting dilakukan dengan tepat. Penting untuk dipastikan bahwa seluruh warga terdampak sudah mendapatkan ganti rugi dan hak-hak warga terdampak sudah diberikan sebagaimana mestinya” papar Jendral bintang dua.

Pemulihan kondisi ini sangat penting untuk dilakukan secara tepat untuk mencegah terjadinya konflik dan mencegah terjadinya rasa ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam ini hal ini baik Pemerintah Daerah, Polres, Kodim, PT. Pertamina dan juga para pihak terkait harus bersinergi dalam mengatasi permasalahan yang ada.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Gambaran secara umum yang saya jelaskan tersebut merupakan hal yang melatarbelakangi diselenggarakannya kegiatan rapat koordinasi.

Kemenko Polhukam ingin mengetahui langsung dari pemangku kepentingan di Kab. Indramayu terkait dengan perkembangan penanganan kasus kebakaran kilang minyak di Pertamina Balongan sehingga dapat dirumuskan kebijakan lebih lanjut agar tidak terjadi hal serupa.

Oleh karenanya saya berharap kita semua yang hadir di sini dapat berdiskusi bersama untuk dapat mencari solusi atas permasalahan yang terjadi sehingga dapat dirumuskan kebijakan yang komprehensif.

Agung Makbul berharap semoga melalui acara ini, seluruh peserta rapat koordinasi dapat mengembangkan dan mempererat networks dan hubungan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik selama ini dalam rangka berbagi pengalaman-pengalaman terbaik untuk pembangunan bangsa dan negara.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *