POLISI TANGANI KASUS PERTIKAIAN ANTARA 2 KAMPUNG DI KABUPATEN JAYAWIJAYA

Uncategorized

Papua, monitorhukumindonesia.com – Pada hari Jumat tanggal 11 September 2020, 06.30 WIT telah terjadi kasus pertikaian antara Kampung Wukahilapok Distrik Pelebaga dan Kampung Meagama Distrik Hubikosi yang mengakibatkan 5 orang mengalami luka berat.

Kronologis kejadian:
Pada hari dan tanggal tersebut diatas, pukul 06.30 WIT anggota Polres Jayawijaya menerima laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi aksi saling serang antara Kampung Wukahilapok Distrik Pelebaga dan Kampung Meagama Distrik Hubikosi diatas gunung.

Pukul 07.00 WIT Piket Fungsi dan personil Dalmas Polres Jayawijaya dipimpin oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Romaropen langsung mendatangi TKP guna mencegah kedua Kampung untuk melakukan aksi saling serang.

Pukul 07.15 WIT Kapolres Jayawijaya dan personil tiba di Perbatasan Kedua Distrik bersama Kasat Binmas kemudian melakukan Himbauan kepada masyarakat Kedua Distrik untuk tidak saling menyerang dan memerintahkan kepada tokoh masyarakat untuk menarik pasukannya mundur serta melakukan penyisiran pada kelompok Kampung Wuka Hilapok.

Pukul 08.00 WIT Kapolres Jayawijaya dan Kasat Binmas bersama anggota memberikan himbauan dipertigaan Jalan Muai dan Trans Kimbim diatas bukit untuk menghimbau kepada kedua kubuh agar menarik mundur pasukannya dan tidak saling menyerang serta menghentikan peperangan.

Pukul 09.30 WIT Masyarakat Kampung Wukahilapok dan Kampung Meagama menarik kembali pasukannya untuk berkumpul dihalaman kantor kampung masing masing, selanjutnya Kapolres Jayawijaya memberikan himbauan untuk tidak kembali melakukan peperangan dan memerintahkan kepada tokoh Kampung Meagama agar berdialog bersama dengan tokoh Kampung Wukahilapok di Polres Jayawijaya.

Pukul 13.00 WIT Tokoh masyarakat Kampung Wukahilapok dan masyarakat yang berada diatas gunung tiba dilapangan Kampung Wukahilapok dan diberikan arahan oleh Kapolres Jayawijaya serta mengajak kepada Tomas agar berdialog bersama di Polres Jayawijaya.

Setelah berkomunikasi melalui telepon disepakati bahwa kedua Kampung akan berdialog dengan perwakilan 10 orang dari masing-masing Tomas kedua Kampung, bertempat di Polres Jayawijaya pada hari Sabtu tanggal 12 September 2020 pukul 10.00 WIT.

Pukul 14.10 WIT Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen S.Sos MM memimpin kegiatan Razia senjata tajam di dua titik , Jalan Lantipo dan di Jalan safidarwin – Irian bersama Anggota Lalulintas , Sat Dalmas dan Brimob dalam rangka Mengantisipasi bentrok antar Kampung Meagama dan Kampung Wukahilapok berdampak ke dalam Kota Wamena.

Identitas korban dari Kampung Meagama:

  1. Nias Wanimbo (luka panah di punggung kanan);
  2. Herman Wakerwa (Luka panah di Dada kiri);
  3. Kius Wanimbo (Luka panah di mata kiri);
  4. Mon miaga (luka bagian kaki kanan).

Identitas korban dari Kampung Hukailapok:

  • Adrius Kalolik (luka panah di paha kiri).

Langkah-langkah Kepolisian:
Menerima Laporan, mendatangi TKP, melakukan pendekatan terhadap para tokoh, menghalau Massa. Kasus ini telah ditangani oleh Polres Jayawijaya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan bahwa saat ini anggota masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi dan melakukan Razia senjata tajam guna mencegah terjadinya bentorkan susulan.

Sementara untuk korban luka panah, sempat akan di evakuasi RSUD Wamena namun pihak keluarga menolak, sehingga diminta untuk dibawa pulang ke Kampung masing-masing. Diduga aksi penyerangan tersebut dilatarbelakangi pembakaran Honai kosong di tengah hutan Kampung Meagama oleh Orang Tak Dikenali (OTK).

Dihimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *