KAPOLDA PAPUA MEDIASI PERTIKAIAN SUKU NAFRI DAN SUKU ENGGROS

Uncategorized

Papua, monitorhukumindonesia.com – Pada hari Kamis tanggal 10 Pukul 15.00 WIT, bertempat di Sepanjang Jln. Trans Jayapura-Koya, Distrik Abepura, Kota Jayapura telah terjadi Keributan yang melibatkan 2 Suku yakni Suku Nafri dan Suku Enggros, Kejadian diakibatkan karena Permasalahan Hak Ulayat Tanah antara Masyarakat Suku Nafri dan Suku Enggros.

Turut hadir Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas, SH, S.IK, M.Pd, Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Edwin Apria Chandra, Danyonmarharlan X Jayapura Letkol Marinir Rian Malfi, M.Tr., Hanla, Wadansat Brimobda Papua AKBP Soeroso, Dantim Intel Lantamal X Mayor Laut (P) Apriles Lusien Sukirno, Pabandya Lidmar Sintel Lantamal X Mayor Mar Yudiyanto Darmawan, P.s. Kapolsek Abepura AKP Clief Gerald Duwith, SE, S.IK, Danramil Abepura Kapten Inf Yulianus Simbiak.

Keronologis Kejadian:
Pada hari dan tanggal tersebut diatas pukul 15.00 WIT, sekelompok masyarakat Suku Enggros melakukan pemalangan di lokasi Jalan Poros Jembatan Merah dengan spanduk yang bertuliskan tanah ini milik Yunus Merauje.

Selanjutnya Ke dua Ondoafi dari kampung Nafri mendatangi lokasi pemalangan dengan maksud tujuan menanyakan tujuan dari pemalangan tersebut, kemudian warga Kampung Enggros secara spontan langsung melakukan penyerangan kepada beberapa warga Kampung Nafri yang berada di lokasi tersebut yang mengakibatkan 5 korban luka dari wrga Kampung Nafri.

Pukul 15.30 WIT, mendengar adanya kabar penyerangan dari warga Kampung Enggros kepada masyarakat Kampung Nafri, maka Warga Kampung Nafri secara spontan berkumpul guna melakukan aksi balasan yang mengakibatkan terjadi Keributan antar warga yang mengakibatkan beberapa pondok wisata dirusak dan dibakar.

Pukul 16.00 WIT, Aparat Keamanan Polresta Jayapura Kota tiba di lokasi dan langsung melakukan tindakan untuk memecah konsentrasi massa. Tidak berselan lama, 2 Truk Pasukan Yonmarhalan Lantamal X sebanyak 42 Orang Pers dipimpin Danyonmarharlan X Jayapura tiba di lokasi kejadian untuk membantu melakukan pengamanan.

2 Buah Baracuda milik Brimobda Papua yang dipimpin oleh Wadansat Brimobda Papua juga tiba di lokasi dan melakukan tindakan penyekatan dua suku yang bertikai di Batas Kampung.

Pukul 19.07 WIT, Kapolda Papua tiba dilokasi Kejadian dan melakukan mediasi dengan Masyarakat Suku Nafri. Adapun penyampaian Kapolda yang mengatakan, saya merasa prihatin akibat terjadinya kejadian ini dan pada kesempatan ini kita harus duduk dan membicarakan ini dengan baik.

Sesuai laporan dari Kapolresta dan Kapolsek Abepura terdapat beberapa Korban Jiwa dari beberapa pihak Sehingga menjadikan suasana menjadi seperti ini. Korban dari Suku Enggros sebanyak 4 dengan mengalami luka-luka, dari Kampung Nafri terdapat 3 Orang korban dan kita sudah tangani dengan baik yang sementara nanti akan dirawat di RSAL, Dok II dan RS. Bhayangkara.

Memang saya telah mendapat laporan dari Kapolsek terkait dengan permasalahan kepemilikan Hak Ulayat, Sehingga nanti kedepan akan kita perbaiki kembali. Saya mengajak untuk sementara kita harus menahan diri agar tidak terjadi Korban-korban kembali.

Akan kita lakukan pendampingan dan saya ajak kita semua berkabung dalam doa agar Korban-korban yang tadi dapat selamat dan kembali ke Kampung masing-masing. Sekali lagi saya sampaikan tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan agar kita untuk sementara duduk dan menahan diri, dan nanti akan kita atur waktu untuk kita bicarakan terkait permasalahan Hak Ulayat ini dengan menghadirkan Perwakilan dari Kampung Nafri, Enggros, Tobati dan Skouw.

Saya meminta agar akses jalan dapat dibuka kembali agar saudara kita semua dapat berkendara dengan normal kembali. Untuk permasalahan mungkin nanti kita akan segera selesai kan tetapi kita lebih fokus kan kepada Korban dan pada kesempatan pertama hari ini saya akan menjenguk para Korban.

Untuk anggota yang melakukan tindakan nanti akan kita cek kebenaranya dan apabila terdapat korban luka yang akibat dari tindakan pencegahan yang anggota kami lakukan nanti kami akan tanggung jawab beserta kerusakan yang dialami.

Langkah-langkah Kepolisian:
Mendatangi TKP, Membubarkan Massa, Melakukan Pendekatan Dengan Para Tokoh, Mengevakuasi Korban. Kasus ini tengah ditangani oleh Polresta Jayapura kota.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Muthofa Kamal mengatakan, kerugian materil yang ditimbulkan akibat akibat dari Permasalahan Sengketa Hak Ulayat Tanah dari Masyarakat Suku Nafri dan Enggros yakni, 2 Buah kendaraan Jenis Mobil Mitsubishi Triton dan Honda Stream dengan kerusakan Pecah kaca dan kurang lebih 10 Pondok Wisata hangus terbakar.

Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Polresta Jayapura Kota. Sementara luka dari 2 kelompok ada 7 orang yang saat ini sedang dilakukan pengobatan secara intensif agar segera sembuh. Kedepan akan dilakukan pertemuan yang melibatkan Perwakilan dari Masyarakat Kampung Nafri, Enggros, dan Masyarakat Kampung Skouw.

Untuk situasi pasca kejadian dalam keadaan aman dan kondusif. Personil gabungan TNI/Polri terus melakukan patroli guna mencegah hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Dihimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *